Estetika

May 3, 2010 by admin 

Estetika dalam arti ilmu berarti keindahan. Segala bentuk bentuk tampilan yang paling berkilau sejatinya hanyalah fatamorgana. Tipuan manis bagi mata yang silau. Semua tidak akan berarti bagai debu, tanpa membawa qalbu yang salim ( kalbu yang sehat ), dambaan setiap hamba yang beriman.

Perjuangan untuk meraihnya merupakan pertaruhan, sebab penentu kualitas hidup yang hakiki didunia dan di akhirat. Semakin kita dapat melakukan taat akan semakin sehat kalbu kita. Kalbu sehat merupakan kalbu yang tanpa noda syubhat yang mengelabuhi pemahaman, yang menghambat pelaksanaan. Kadar kesehatan kalbu adalah terbebasnya dari keinginan mengabdi keapada selain Allah SWT dalamm jenis dan bentuk apapun.

Perenungan hal diatas banyak yang kita serap untuk memaknai warna kehidupan kita. Sehingga kita tidak salah dalam mengartikan estetika yang sebenarnya, yang bukan hanya sekedar keindahan, namun lebih dari itu. Fenomena itupun terjadi dalam setiap langkah dan nafs kita, betapa semua itu telah usang ditelan zaman. Sekarang banyak yang melakukannya tanpa sadar bahwa yang mereka lakukan itu hanyalah hal yang sia-sia jika tidak disadari dengna qalbu salim. Tidak jarang anak-anak yang berpenampilan indah dipandang mata, namun tidak jarang pula yang mengisi kehidupan ini dengan sesuatu yang kurang bermanfaat. Menipu, berbohong, mengelabui, memanfaatkan, merekayasa, malas dan masih banyak lagi hal yang mereka lakukan demi meraih keuntungan pribadi, ( harga diri ) yang semuanya itu tidak dibutuhkan ketika menghadap Illahi. Mengapa mereka tidak melakukan sesuatu yang membuat kita( orang -orang di sekelilingnya ) merasa sejuk di hati. Banyak hal yang menyebabkan, orang tua, kawan, lingkungan, kebiasaan, budaya, atau ada alasan lain? Yah semua itu kembali ke kita masing-masing. Jika estetika hanya di artikan sebuah keindahan, tentulah tidak cukup.

Sehingga Estetika dalam arti yang sesungguhnya adalah keindahan kalbu yang selamat dari tipuan manis bagi mata yang silau dan jiwa yang haus akan kesemuan, sebab kehilangan kehilangan lezatnya mencintai Illahi, sehingga melahirkan perangai ( tabiat ) yang qurrata a’yun ( penyejuk hati ).

Comments

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!