Pengamen kecil ku…….
April 29, 2010 by admin
Matahari belum mau menampakkan wajahnya , tapi sepagi itu aku sudah tergesa-gesa, menaiki satu angkot ke angkot yang lain,Jakarta memangkota sibuk sepagi ini jam 6 lebih 15 menit jalanan sudah padat, suara klakson mulai mendengung.
Beradu dengan teriakan kernet mobil angkutan yang berlomba memasukkan penumpang kedalam mobilnya, hiruk pikuk para penghuni kota Jakarta naik turun tangga tangga penyebrangan…
Jika sudah siang sedikit…wuich panas, debu asap…seolah tak terpisah dari aktivitas kota Jakarta, motor seolah menyeruak memenuhi padat sesak aspal yang mulai penuh….
Akhirnya sampai juga saya di halte arah sudirman…
Sambil menunggu bus patas saya duduk di bangku besi dan mengamati orang-orang yang sibuk lalu lalang…
Tiba-tiba aku dikagetkan oleh panggilan seorang ana kecil yang lusuh, rambutnya nampak pirang mungkin sering kena matahari dan jarang kena shampoo,,,
“mbak ,….ini pulpennya jadi jatuh” kata anak kecil itu sambil tersenyum kecil..
“makasih ya dek..” kataku sambil mengambil pulpen ditangannya
Dia hanya tersenyum kemudian duduk disampingku, ditangannya memegang gitar kecil yang mulai usang…hmmm, setelah aku taksir anak ini pasti pengamen,, nampak anak-anak kecil seusianya lewat kemudian memanggilnya..
“muspik…ayo naik…” kata seorang bocah laki-laki sebayanya yang berambut cepak tapi sama lusuhnya..
“aku ikut belakang ajah,..” sambung anak yang dipanggil muspik, sambil menatap dua temannya yang kemudian naik bus jurusan pulo gadung,
Aku semakin tertarik dengan anak ini, dia terlihat celingak celinguk menunggu bis yang akan dijadikan tempatnya mengamen,,
“dek..mau kemana?” tayaku sambil membetulkan letak duduku
“mau kea rah sudirman mbak,.. habisnya kearah senin dirazia pak polisi terus..” celotehnya dengan polos sambil terus celingak celinguk…
Sampai akhirnya bis arah sudirman melintas aku bergegas masuk agar mendapatkan tempat duduk, setelah duduk dan bis melaju, aku melihat muspik menyeruak kearah penumpang yang sebagian berdiri..
Dy didepan kemudian dia mulai berkata untuk menarik perhatian para penumpang…
Dia nyanyikan sebuah lagu yang saya rasa tidak karuan arah musik dan justrungannya..
Saya tidak lagi mempedulikan muspik yang menyanyi dengan suara lantang..
Sampai akhirnya tangan kecilnya sudah didepan saya menyodorkan kantong bekas plastik permen…hari ini kebetulan aku ada uang receh..akhirnya kumasukkan 2000 rupiah kedalam plastik itu…dia tersenyum mengucapkan terima kasih..
Sampai akhirnya dy berada dibelakang sambil berkata.. ”terima kasih pak kernet sayang”..
Lalu turun dan melambaikan tangan..masih kuperhatikan kernet bus yang menyilangkan tangannya dikening sambil berucap “dasar pengamen gila “ sambil tertawa dan menjulurkan lidahnya,,kulihat anak itu berlari sambil tertawa..mungkin mengejar bis yang lainnya..
Dijakarta tak asing lagi kutemui banyak anak jalanan,,, berbeda dengan dikampungku, seolah hak anak hanya sekolah..tapi disini anak-anak seusia muspik dan teman-temanya harus rela membuang angan2 untuk sekolah karena himpitan biaya dan memang sekolah dijakarta biayanya sangat mahal…
Seminggu kulalui,seolah muspik sudah menjadi bagian dari aktifitas rutinku sehari-hari, suaranya yang lantang dank has anak-anak selalu mengisi mobil angkutan diiringi deru mobil yang berjalan merayap karena kemacetan….
Tak jarang pula aku memberi muspik roti jika aku masih sempat bercakap-cakap dengannya di halte,,lahap sekali dia dan seorang temannya memakan roti yang aku bawa dari kostku…
Jum’at itu muspik tampak begitu pucat,,namun ketika dihalte aku mencoba menanyakan perihal kesehatannya,dy hanya menggeleng sambil mengunyah roti yang kubawakan…
Aku memberinya uang yang tak banyak tapi setidaknya cukup untuk dia makan sehari aku berharap dia tak mengamen,dan istirahat…melihatnya saya ingat adik saya yang paling kecil..tapi adek saya cewek,,dan muspik anak laki-laki yang kurus dan lusuh…
Sesaat saya perhatikan muspik menatap saya dan berkata terima kasih..wajahnya tak seceria biasanya.ledekan dari kenek pun tak dihiraukannya,,,bahkan lagu yang dinyanyikannya berubah jadi sumbang…
Sabtu minggu seperti biasa aku libur dan hanya kuliah dimalam hari…memikirkan besok akan kembali memulai dengan hari senin ada rasa jengah juga di bathinku,capek pasti..tapi aku nggak mau mengeluh,aku rasa percuma juga mengeluh,karena memang hanya aku sendiri yang bisa menyemangati diriku,..
Hari ini hari senin kebisingan hal yang biasa,kemacetan hal yang lumrah…dan pagi ini seperti biasa aku membeli roti isi coklat untuk muspik dan edi temannya…
Sesampainya di halte tidak kutemui sama sekali batang hidung muspik atau edi,bahkan anak jalanan yang biasanya melintas…kemana mereka,,,bukan berjiwa sok social,,,tapi perasaan wanitaku muncul..aku ngeri dan takut jika mereka ditangkap satpol PP atau aparat Perda,,takut jika mereka dibui dan takut jika mereka disiksa…
Aku menunggu sampai bisa yang kutumpangi pun datang..aku tengok kanan kiri ternyata muspik tak juga datang..ah…aku berfikir mungkin dy dan teman2nya pindah lapak…
Sesampainya dikantor,seperti rutinitas internet selalu ONLINE,,,aku sempatkan sejenak membca berita,,kumulai dengan media online yang kebetulan aku juga menjadi member penulis disitu…lagi-lagi tentang carut marut pemerintahan yang membuatku mual ketika membacanya…aku buka situs regional..setidaknya aku bisa menilk berita jawa dari sini…
Merasa khatam dan bosan akhirnya saya mengklik berita megapolitan..lagi-lagi tabrak lari,pemerkosaan,,dan say abaca adalah pembunuhan…sudah tua sekali nampaknya bumi ini,,,
Mata saya tertuju pada berita pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya yang baru berusia 9 tahun,,diduga sang anak yang sedang sakit sengaja diracun oleh sang ibu dengan mencampurkan racun kedalam susu,padahal anak tersebut setiap hari membantu ibunya untuk mencari nafkah,,anak laki-laki yang bernama Muspik ini diketahui kerap dipukul tiap memeberikan uang setoran yang kecil dan kurang,,,warga yang pertama kali melaporkan hal ini karena menilai kematian Muspik tak wajar keluar busa dari mulutnya,setelah dilakukan penyidikan ternyata benar bahwa ibunya sendirilah yang tega membunuh Muspik,,,.
Air mataku hampir saja pecah…ketika aku membaca berita ini,foto Muspik yang dipajang memang jelas menampakkan Muspik si pengamen kecil yang tiap hari mengamen di bis patas yang kutumpangi…
Ya Tuhan betapa teganya siibu itu…Jum’at kemarin ternyata menjadi pertemuan terakhirku dengan muspik pengamen kecilku….
Muspik telah berpulang,mungkin itu jalan terbaik untuknya bahagia disisi Tuhan ….
Kerasnya kehidupan telah menjadi serpihan debu dan kelam untuk anak-anak jalanan…
Masa depan mereka dipertaruhkan dijalanan,,masa kecil mereka hilang bersama sibuknya kegiatan mereka untuk mengais rejeki naik turun bis yang kadang membahayakan keselamatan mereka sendiri…
Selamat jalan muspik..semoga kau Bahagia disurga..doa kakak untumu…
Pasal 34 UUD 1945
Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
Oleh : titik endang suryaningsih w
Alumnus SMA padangan 2007,,mahasiswa semester 3 jurusan akuntansi,,,
Ingin mencoba terus belajar dan memahami hidup…





Comments
Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!